Yuk, Menghitung Ikan di Laut!

data-ikan (c) Hawis Madduppa Jumlah ikan yang ada di lautan ada ribuan dan mereka sangat aktif, tentunya menjadi tantangan tersendiri untuk menghitung jumlah dan jenis mereka. Tidak seperti manusia, ikan ini tidak bisa diberikan pertanyaan-pertanyaan mengenai fakta kehidupannya. Dulu sebelum saya mengenal dunia lautan, sering bertanya-tanya dan penasaran bagaimana menghitung ikan di lautan.
Nah, penelitian tentang estimasi kuantitatif ikan-ikan yang di ada lautan khususnya di daerah terumbu karang telah dilakukan selama bertahun-tahun di Great Barrier Reef (GBR) yang sebagian besar menggunakan sensus visual, dan saat ini juga dilakukan di Indonesia. Penelitian tersebut dilaksanakan oleh Australian Institute of Marine Science (AIMS) dan Great Barrier Reef Marine Park Authority (GBRMPA). Metode yang digunakan dalam pengamatan ikan terumbu merupakan metode yang telah mengalami perubahan-perubahan yang dihasilkan selama dua kali workshop tentang penaksiran ikan terumbu dan pemantauan (monitoring) pada tahun 1978 dan 1979. Teknik visual sensus pada waktu itu dilaksanakan dan dikembangkan dengan sangat berhasil dengan diadopsi dari the Long-term Monitoring Program (LTMP)  untuk survey populasi ikan karang.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Ikan Penganut Poligami ?

nemo (c) Hawis MadduppaMendengar poligami, pastinya banyak yang pro ataupun kontra. Namun saya tidak akan membahas hubungan perkawinan antar manusia. Tapi di dunia hewan. Beberapa kajian sudah mengungkap bahwa hewan banyak menganut sistem perkawinan poligami. Apa yang menyebabkan mereka seperti itu? Mari kita kaji bersama.
Secara umum di dalam buku Molecular Ecology oleh Beebee dan Rowe (2008), pada beberapa hewan dibagi atas dua sistem perkawinan, yaitu monogami dan poligami. Di dalam poligami ini terdapat beberapa tipe yaitu poligini (satu jantan dan lebih dari satu betina), poliandri (satu betina dan lebih dari satu jantan), poligiandri dan promiskuiti (keduanya jantan dan betina lebih dari satu).
Sistem perkawinan yang berbeda ini muncul untuk mengatasi berbagai macam kondisi lingkungan liar di dalam alam, misalnya pencarian makan dan ruang untuk pemiijahan. Jadi mereka benar-benar menyesuaikan dari kondisi dan kebutuhan. Berbeda dengan kebanyakan burung yang umumnya menunjukkan perilaku sosial monogami, mamalia pada umumnya menganut poligini atau promiskiti karena tugas menyusui sudah dikerjakan oleh betina pada proses pasca perkawinan. Terlebih lagi di alam lautan, banyak sekali faktor fisik osenografi yang mempengaruhi dinamika populasi. Sehingga untuk mempertahankan keturunan, sistem perkawinan tertentu menjadi pilihan.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Kenapa Ikan di Terumbu Karang Punya Trend Warna?

(c)hawis.madduppaTidak hanya pada manusia yang selalu mencari trend warna di setiap awal tahun. Jauh sebelum itu, ikan sudah mem-proklamir-kan diri dengan berbagai jelmaan warna pada tubuhnya. Namun pada ikan, trend warna mempunyai fungsi khusus dan merupakan bagian dari tingkah laku.
Terlepas dari fisiologi, kajian mengenai fungsi warna pada ikan berkembang secara pesat pada saat ini. Telah dipahami dan diklasifikasikan, pewarnaan pada tubuh ikan dikelompokkan menjadi tiga kategori umum berdasarkan fungsinya yakni kamuflase, ‘menjual diri’, dan sebagai topeng (mimikri).
Kamuflase
Tipe pewarnaan ini merupakan yang paling banyak dipakai oleh ikan dan tergolong sangat penting. Banyak dipakai oleh ikan untuk menghindar dari berbagai macam predator yang siap untuk memangsa. Kamuflase bisa dilakukan dengan beberapa cara, misalnya counter-shading (mencocokan pantulan dari bawah dan atas dengan ambien refleksi), berwarna yang tidak biasa dan aneh khususnya pada ikan laut dalam, adanya penandaan warna pada tubuh (misalnya pada ikan Kepe-kepe yang banyak mempunyai bulatan hitam pada tubuhnya untuk mengelabui mangsa) dan ada juga yang tubuhnya transparan.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Bulu Babi : Obat Medis dari Lautan

bulu-babi (c) Hawis MadduppaPastinya orang yang pernah bermain ke pantai atau pulau-pulau kecil sudah mengenal makhluk satu ini, Bulu Babi. Sosoknya yang berduri (yang sama sekali tidak mirip dengan babi), menjadi biota yang paling dihindari oleh para penikmat laut saat sedang snorkeling ataupun sekedar berenang di area ekosistem pesisir dan lautan.
Meski sebenarnya tidak mematikan, tapi cukup membuat demam semalaman, jika tertusuk durinya. Malah secara ekologis, dianggap keberadaan biota ini dianggap hama (indikator ekologis buruk), jika populasi sudah banyak maka akan mengganggu ruang terumbu karang dan berbagai biota lainnya. Namun, dibalik sosoknya yang hitam pekat dan berduri panjang, ternyata terkandung zat-zat yang berguna dalam dunia medis.
Sebelumnya kita bahas dulu siapa sebenarnya Bulu Babi ini. Bulu babi (Sea urchins) merupakan biota ekinodermata yang berasal dari lebih 540 juta tahun yang lalu. Bulu babi ini mempunyai gonad, yang sudah menjadi makanan populer di Korea dan Jepang, dan juga menjadi makanan tradisional di Chili. Namun dibalik atraksi kulinernya, bulu babi dikenal mempunyai sistem immune yang kuat dan umur yang panjang, beberapa dapat hidup sampai 100 tahun.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Tipe Ikan Penghuni Terumbu Karang

Ikan-terumbu_HawisIkan terumbu merupakan penghuni ekosistem terumbu karang yang paling mudah dikenali, dan jumlah yang banyak dengan warna yang sangat beragam. Selain itu, ikan-ikan ini menghuni di hampir seluruh relung terumbu.
Ikan-ikan ini memanfaatkan terumbu karang sebagai “rumah”. Secara umum, tipe ikan terumbu dapat dikelompokkan berdasarkan dua garis besar yaitu kebiasaan mencari makan dan fungsinya dalam sistem ekosistem terumbu karang.
Ikan terumbu akan melakukan berbagai aktivitas berdasarkan kebiasaannya serta fungsinya, yang pada akhirnya membentuk suatu pola keseimbangan yang mendukung  keberadaan ekosistem terumbu karang.
Berdasarkan kebiasaan mencari makan, Ikan terumbu terbagi atas tiga yaitu ikan diurnal (ikan yang aktif pada siang hari) dan ikan nokturnal (ikan yang aktif pada malam hari). Sebagian besar ikan yang ditemukan menyebar atau terdistribusi secara luas di terumbu karang merupakan kelompok ikan-ikan diurnal.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Bagaimana Jika Bumi Makin Panas dan Laut Makin Asam?

global-warmingSeiring dengan isu pemanasan global,  banyak sekali studi yang mengarah pada dampak dari bertambahnya suhu bumi terhadap berbagai makhluk hidup yang ada di lautan, salah satunya proses peningkatan keasaman laut.
Peningkatan keasaman laut adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perubahan kimia di lautan dunia, terutama sebagai akibat pembakaran bahan bakar fosil. Para ilmuwan laut khawatir bahwa perubahan tingkat pH pada lautan akan memiliki konsekuensi berat bagi berbagai biota dan ekosistem laut.
Beberapa fakta penting yang perlu untuk diperhatikan adalah hingga setengah dari karbon dioksida (CO2) yang dikeluarkan oleh pembakaran bahan bakar fosil selama 200 tahun telah diserap oleh lautan di dunia. CO2 yang terserap dalam air laut (H2O) membentuk asam karbonat (H2CO3), menurunkan tingkat pH air dan membuatnya lebih asam. Hal ini meningkatkan konsentrasi ion hidrogen dalam air, dan membatasi akses organisme ke ion karbonat, yang diperlukan untuk membentuk bagian-bagian penting dari organisme tersebut.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Karangku Sayang Karangku Malang

Dentuman bom ikan setidaknya lima kali mendebarkan jantung saya selama penyelaman pertama di Kepulauan Spermonde, Sulawesi. Dan ini berulang setiap kali menyelam, selalu saja ada terdengar dentuman bom. Ternyata praktek illegal fishing dan destructive fishing di kawasan ini masih saja terjadi.

Apa boleh dikata, karena memang sistem pengawasan di daerah ini masih sangat minim. Bahkan bisa dikatakan tidak ada. Terdapat lebih dari 150 buah pulau tersebar di daerah ini, yang tentunya juga memang akan memakan biaya yang sangat besar untuk patroli dan keamanan. Ironis memang sebagai negara bahari. Jejak bom memang masih sangat kental disini, terlihat dari puing-puing terumbu berserakan di dasar lautan.
Pun terumbu karang Indonesia dikenal sebagai pusat keanekaragaman hayati dunia tertinggi di dunia. Namun juga ironisnya, Indonesia juga termasuk daerah yang terumbu karangnya yang paling terancam di dunia. Dari hasil pemantauan LIPI pada tahun 1999, terdata hanya sekitar 6 persen terumbu karang yang masih dalam kondisi yang baik.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS